Friday, 11 February 2011

kekerasan simbolik

Ayo kita kenalan sama tante ‘Simone de Beauvoir’, dia adalah ibunya dari feminism. Aku pun begitu menyanjungi teori-teorinya yang bisa dibilang ‘bagus banget’. Tante yang satu ini mempunyai pacar ‘cohabitation’ bernama om jean paul sartre. si om-om dengan kata-kata terkenalnya 'L'enfer de l'autre' yaitu neraka ada apabila kita berada di sekitar orang-orang, merupakan penganut ekstensialis humanism (tau sendiri dengan aliran ini, sama sekali tidak akan mencampur-adukkan Tuhan, masalah Tuhan dikesampingkan makanya om paul dan tante simone juga itu sama-sama atheis).

kata tante Simone, wanita itu terancam mendapat kekerasan ‘SIMBOLIK’.

Dalam bentuk apa sih? Biasanya dalam bentuk ucapan-ucapan baik secara langsung maupun tidak langsung. Teman-teman wanitaku, jangan-jangan di antara kalian telah mengalami kekerasan ‘SIMBOLIK’ tapi tidak menyadari, karena dengan alasan, ‘aku iklas, kok’.

Ada sih sebenernya contoh kecilnya, aku ambil dari sinetron yah, seorang cowok bilang ke pacarnya, ‘sayang, bagusan juga kamu badannya kurusan deh’.
Waaaah, ga beres ini, kasus ini, ini juga salah satu kekerasan ‘SIMBOLIK’, berarti si cowok itu tuh nyuruh kamu buat jadi apa yang dia mauin, maunya dia kamu tuh kurus, dan apabila kamu menerima dengan iklas dan memakan mentah-mentah omongan si cowok, berarti, kamu termasuk ‘TELAH’ mengalami kekerasan ‘SIMBOLIK’.
Padahal, kekerasan ‘SIMBOLIK’ itu dapat memacu kekerasan ‘FISIK’, serem kan teman wanitaku? Jadi, pikir-pikir dulu deh, sebelum bilang IYAH, kalau si cowok sudah mulai menggunakan kekerasan ‘SIMBOLIK’, dibalik topengKEKUASAAN SIMBOLIKnya. 

No comments:

Post a Comment