Monday, 21 February 2011

perkembangan feminisme di Prancis

feminisme adalah sebuah kata yangs sebenarnya tidak mempunyai arti pasti yang dapat diformulasikan sebagai definisi karena setiap gerakan feminisme memiliki kepentingan masing-masing yang ingin diperjuangkan. namun, jika dilihat secara umum, feminisme menurut KBBI adalah gerakan wanita yang menuntut persamaan hak sepenuhnya antara kaum wanita dan pria.

gerakan ini terus berkembang di Prancis dari waktu ke waktu. feminisme sendiri secara global terbagi atas tiga tahap, yaitu feminisme gelombang pertama, feminisme gelombang kedua, dan feminisme gelombang ketiga. feminisme awal yang dimulai sejak tahun 1800-an, khususnya setelah terjadi revolusi prancis pada tahun 1789, merupakan gambaran feminisme gelombang pertama yang menitikberatkan perjuangan kaum feminis untuk mencapai persamaan hak antara perempuan dan laki-laki yang mencakup bidang sosial, ekonomi dan politik. di bidang sosial,, kaum feminis menandai bahwa hak-hak perempuan sangat terbatas. tradisi menghendaki perempuan menjadi pengurus rumah tangga dan keluarga, sehingga sebagian besar masa hidupnya hanya dihabiskan dalam lingkungan rumah. Di samping itu, perempuan juga tidak diberi kesempatan untuk memperoleh pendidikan tinggi, memangku jabatan-jabatan tertentu, atau menekuni profesi-profesi tertentu. keterbatasan perempuan dalam bidang sosial juga berpengaruh pada kehidupan ekonomi mereka. sebagian besar lapangan kerja tertutup bagi perempuan dan kalaupun mereka diberi kesempatan untuk mencari nafkah, upah yang diterima mereka akan jauh lebih rendah daripada upah yang diterima laki-laki.

sementara, bidang politik dipilih kaum feminis sebagai jalan keluar untuk segala tuntutan mereka yang tidak juga  dipenuhi oleh pemerintah. mereka juga beranggapan bahwa keadaan perempuan tidak akan mengalami kemajuan jika pemerintahan tetap dikuasai dan didominasi oleh laki-laki (Soenarjati Djajanegara 2000: 6-7). setelah mendapatkan hak dipilih dan memilih (suffrage) dalam bidang politik yang telah lama diperjuangkan oleh kaum feminis, gerakan feminisme mulai mengendur dan baru muncul kembali pada tahun 1960-an.

pada feminisme gelombang kedua, banyak tokoh-tokoh feminis yang kembali bermunculan dan menyampaikan pendapatnya melalui berbagai media, salah satunya melalui media tulisan. mereka menulis roman sebagai bentuk ekspresi mereka dalam menyoroti kedudukan perempuan di dalam masyarakat yang cenderung masih dianggap lebih rendah dibandingkan dengan kedudukan laki-laki. dengan semakin majunya dunia tulis-menulis kaum feminis, pada abad ke-20 muncul istilah l'ecriture feminine, di Prancis adalah Simone de Beauvoir, dengan karyanya yang berjudul Le deuxieme Sexe (1949). Karya ini menandai pembaharuan dalam perkembangan feminisme di Prancis pada pertengahan abad ke-20, yang didukung juga oleh munculnya gerakan feminisme di berbagai belahan eropa, termasuk Prancis pada tahun 1960-an dan revolusi seksual yang terjadi di negara-negara Barat. gerakan feminisme gelombang kedua ini banyak membahas mengenai persoalan perempuan seperti kondisi inferioritas dan ketertindasan perempuan di tengah masyarakat. hal mengenai seksualitas dan kebebasan perempuan atas tubuhnya juga banyak dibahas pada gelombang ini karena berkaitan dengan dominasi laki-laki atas perempuan.

sementara itu, pada feminisme gelombang ketiga, kaum feminis menggali persoalan mengenai inferioritas perempuan yang bertumpu pada bahasa sebagai sebuah sistem. tokoh feminisme postmodernisme antara lain, Helene Cixous, Luce Irigaray, Julia Kristeva, francoise sagan, dsb. selain itu, feminisme gelombang ini juga melihat penindasan perempuan yang berkaitan dengan masalah ras, etnis, dsb.

No comments:

Post a Comment